S1-Hubungan Internasional

SEJARAH

Program studi Hubungan Internasional didirikan pada tahun 2008 sebagai jawaban terhadap tuntutan dinamika dunia abad ke-21 dimana Papua, khususnya Universitas Cenderawasih, diharapkan memiliki tenaga pengajar yang tidak hanya berwawasan lokal dan nasional tetapi juga berwawasan internasional. Dalam perspektif geopolitik, posisi Papua sangat strategis sebagai jembatan (bridge) untuk menghubungkan kawasan Asia dengan kawasan Pasifik dan sebaliknya. Oleh karena itu, eksistensi Program Studi Hubungan Internasional di Tanah Papua menjadi sangat krusial dan relevan. Sejak didirikan tahun 2008, Program studi Hubungan Internasional telah melahirkan berbagai lulusan yang bekerja di instansi pemerintah maupun non-pemerintah diseluruh Indonesia termasuk di Kementerian Luar Negeri RI. Program studi Hubungan Internasional sendiri memperoleh Ijin operasional penyelenggaraan program studi melalui SK Dirjen DIkti Depdikas Nomor: 51/E/O/2011 tanggal 23 Maret 2011. Pada tahun 2014, Program studi Hubungan Internasional mengajukan akreditasi pertama kali dan memperoleh Akreditasi B yang berlaku sampai April 2020; dan saat ini sedang mengajukan perpanjangan akreditasi.

VISI

‘Program Studi Hubungan Internasional menjadi pusat keunggulan ilmu Hubungan Internasional di Papua dan Asia-Pasifik di tahun 2030 yang berorientasi pada studi kawasan dengan pendekatan sosial, budaya dan politik”.

MISI

  1. Mendidik SDM Papua agar memiliki daya analisis dan kemampuan praktis dalam ilmu Hubungan Internasional.
  2. Mengembangkan ilmu Hubungan Internasional yang relevan sesuai dengan kebutuhan perkembangan kawasan Asia-Pasifik.
  3. Membangun jaringan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, lembaga-lembaga internasional dan instansi-instansi terkait untuk penguatan mutu pendidikan serta peningkatan kualitas tenaga pengajar dan mahasiswa.
  4. Membuka pusat studi Pasifik Selatan (South Pacific Study Center) sebagai pusat kajian isu-isu Pasifik Selatan guna menunjang program penelitian.

TUJUAN

  1. Meningkatkan kapasitas institusi program studi dan sumberdaya secara optimal.
  2. Menghasilkan lulusan ilmu hubungan internasional yang berkualitas dan mampu bersaing secara nasional maupun internasional.
  3. Menyelenggarakan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan perkembangan hubungan internasional dan isu-isu global kontemporer pada era revolusi teknologi 4.0.

STRATEGI

  1. Melakukan kerjasama dengan universitas di kawasan Asia-Pasifik yang didukung oleh lembaga pemerintah.
  2. Mengikutsertakan dosen dalam berbagai kegiatan akademik seperti applied approach, workshop, seminar, konferensi dan kegiatan lainnya.
  3. Melakukan absensi dosen dan mahasiswa.
  4. Merancang kurikulum yang terupdate (KKNI).
  5. Meningkatkan IPK Mahasiswa (kualitas lulusan).
  6. Menerapkan teknik belajar mengajar yang komunikatif seperti diskusi, pemutaran film dan kuis.
  7. Meningkatkan sarana dan prasarana perkuliahan, memberikan motivasi dan melakukan monitoring, serta evaluasi perkembangan studi mahasiswa secara terus menerus.
  8. Mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan Pertemuan Nasional Mahasasiswa Hubungan Internasional Se-Indonesia (PNMHII), Pertemuan Sela Nasional Mahasasiswa Hubungan Internasional Se-Indonesia (PSNMHII), Model United Nations (MUN), dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Setiap kegiatan mahasiswa harus menunjukkan bukti hasil kegiatan (sertifikat).

TATA NILAI

Tata nilai yang menjadi fondasi pada Program Studi Hubungan Internasional adalah ‘Think globally, act locally’ (berpikir secara global dan bertindak secara lokal). Ungkapan ini terlihat sederhana namun memiliki sejumah makna yang positif. Berpikir secara global tidak hanya membantu dosen dan mahasiswa untuk memahami dinamika perkembangan dunia Hubungan Internasional di zaman globalisasi dan revolusi teknologi 4.0 ini, tetapi berpikir global juga memampukan tenaga pendidik Program Studi Hubungan Internasional untuk menjalin networking dan partnerships dengan berbagai lembaga nasional dan internasional dalam rangka menjadi pusat keunggulan ilmu Hubungan Internasional di Papua dan Asia-Pasifik pada tahun 2030. Sedangkan bertindak secara lokal memiliki makna bahwa meskipun kita berpikir global, perilaku, sikap, dan tindakan kita harus tetap mencerminkan budaya atau nilai-nilai lokal yang berorientasi pada pendekatan sosial, budaya dan politik sesuai dengan visi fakultas dan universitas.

PROFIL DOSEN

No Nama dan gelar NIP
1 Dr. Melyana. R. Pugu, S.I.P, M.Si 197607212001122002
2 Yakoba Womsiwor, S.Sos, M.Si (Kandidat Doktor) 197904222001122001
3 Petrus Farneubun, S.Pd, MA, MIA (Kandidat Doktor) 197804272010121002
4 Melpayanty Sinaga, S.I.P, M.A 198801282015042003
5 Mariana. E. Buiney, S.I.P, M.St 198005032006042004
6 Marinus Yaung, S.IP, M.IPol 197405092005011002
7 Laus D.C. Rumayom, S.Sos, M.Si 198208162008121001
8 Claudia Conchita Renyoet, S.IP, M.A 198603142019032012
9 Danial Darwis, S.IP, M.A 198603042019031014
10 Johni R.V. Korwa, S.IP, M.A 198906292019031010
11 Meyland S.F. Wambrauw, S.IP, M.Si 199205032019032018
12 Made Selly Dwi Suryanti, S.IP, M.A 199205232019032021